Siapa sangka, aku bakal menelan mentah2 sumpahku untuk jauh-jauh dari yang namanya "mengkonsumsi junkfood resto cepat saji"
Sejak kecil, aku tidak dibiasakan oleh orangtuaku makan makanan junk food. Lagipula, susah menemukannya di kota kecil kampung halamanku sono. Harganya tak sepadan dengan nutrisi yang didapat pula, jadi, ya orangtuaku tidak merasa rugi sudah "mengasingkan"-ku dari makanan macam demikian.
Namun, kehidupan kuliah mengajarkanku untuk mengibarkan bendera putih terhadap junkfood. Karena akan ada saat dimana aku harus berakrab-akrab dengannya, mau tak mau, suka tak suka.
Coba pikir : kalau kau bisa hangout (baca : ngerjakan tugas kuliah bersama teman-teman) di tempat strategis, ber-ac, selalu menyediakan makanan, punya stopkontak, free wifi, dan buka 24 jam...... Tempat apa yang kau pilih?
Namun, kehidupan kuliah mengajarkanku untuk mengibarkan bendera putih terhadap junkfood. Karena akan ada saat dimana aku harus berakrab-akrab dengannya, mau tak mau, suka tak suka.
Coba pikir : kalau kau bisa hangout (baca : ngerjakan tugas kuliah bersama teman-teman) di tempat strategis, ber-ac, selalu menyediakan makanan, punya stopkontak, free wifi, dan buka 24 jam...... Tempat apa yang kau pilih?
Jawabanku : resto fastfood. Kenapa? Simak checklist di bawah ini.
- Tempat strategis
- Ber-ac
- Punya stopkontak (sehingga kamu bisa numpang isi ulang batere laptop dan HP. bahkan, bisa bawa ekstender milik sendiri untuk dipakai beramai-ramai)
- Free wifi (untung-untungan sih)
- Selalu menyediakan makanan (meski berupa junk food dan harganya bukan main)
- Buka 24 jam (sehingga kamu bisa nongkrong dari pagi sampai pagi lagi, walau hanya memesan segelas float atau eskrim sesekali dengan bonus tatapan dari para karyawan yang mungkin-sebenarnya-berniat-mengusirmu-namun-apa-daya)
Bukannya kami tak punya pilihan---atau ya, sepertinya kami memang tak punya pilihan. Mengerjakan tugas kelompok berarti ada resiko ribut-ribut, dan kami butuh tempat yang lebih ribut untuk ditambahi dengan keributan dari kami saat tengah malam. Dan melakukan itu di rumah teman, jelas bukan pilihan yang bijaksana. Ada keluarga dan tetangga yang membuat kami segan.
Kepada para pramusaji, terimakasih untuk tidak mengusir kami, atau lebih tepatnya sudah menahan diri untuk tidak mengusir kami.

No comments:
Post a Comment