Saturday, October 11, 2014

Short Hair Don't Care

Sebagai anak gadis yang sudah kadung berjodoh dengan rambut pendek, ada kalanya juga aku merasa "emh" karena akibat yang harus kutanggung. Oh bukan, bukan "sering disangka laki-laki", yang satu itu sudah tak anggep kentut wes---lah wong pas rambutku gondrong aja aku masih digituin juga kok.

Ini yang kumaksud :

1. Pernah dibilang sebagai biang yang bikin kiamat cepet dateng. 

Pelajaran Agama waktu ku kelas 12. Aku lupa bahas bab apa, aku ingetnya pak guru membicarakan tanda kiamat yang salah satunya adalah perempuan dan laki-laki yang berpenampilan melawan kodrat. Aku nggak bener-bener merhatiin sampai beliau bilang, "...ya perempuan-perempuan rambut pendek itu, yang bikin kiamat cepet dateng".

Lalu kumerasa anak-anak sekelas pada ngelirik tempat dudukku.

Hebat kan aku waktu SMA. Dibilang biang kiamat.

2. Maksudnya apa coba

Ini pas kumpul waktu pelajaran olahraga. Pak guru mengamati kami semua dan berkata "Itu yang di barisan cewek kok ada yang rambutnya pendek sekali? Nanti bisa dikira cowok, kalo kepegang dadanya bukan salah saya lho"

Kalopun saya cowok, memangnya Anda mau pegang dada saya pak?

3. Dibilang "kamu itu sebenernya cantik lho Dit...."

."........kalo rambutmu panjang. Coba deh panjangin rambutmu sesekali"

Makasih, tapi, enggak deh, makasih.

4. Dilarang pake rok

Aku ; wah ini dress lucunya
Teman : kamu mau pake rok dit? Nggak cocok! Rambutmu pendek gitu!

Fun fact : mengatakan hal seperti itu padaku justru meningkatkan keinginanku pake rok sampai 220%

5. Saat merasa rambut sudah bisa dikucir

Kau tau apa artinya ini? Yuk mari pergi ke salon. Chop chop chop.

Poin terakhir itu yang paling merepotkan. Tapi sungguh, aku nggak kapok punya rambut pendek.

Saturday, October 4, 2014

20 Apaan Itu Entah

Harusnya di post di FB, tapi saya prefer taro dimari aja buat nambah-nambahin post, lumayan kan daripada lumanyun.

Rules: Once you've been tagged, you're supposed to write a note with 20 random things, facts, habits, or goals about you. At the end, choose 10 people to be tagged. You've to tag the person who tagged you. 


1. Bahwa sesungguhnya aku hanya butuh waktu lebih lama dari orang lain untuk bersosialisasi. Yang mendapat kesan aku galak, dingin, jutek, dan sebangsanya.... Aku tidak menyalahkan kalian, tapi kalian nggak benar-benar amat.


2. Pasif-agresif.


3. Lebih senang memendam perasaan ; soalnya kalo blak-blakan mesti kebablasen...


4. ....walau ujung-ujungnya stres sendiri.


5. Aku feminin tapi manly.


6. Suka nulis, sampai sekarang pun, walau jarang.


7. Suka nggambar. Kalo lagi mood tapi /heh


8. Kadang disalahkira-in orang, kalau bukan dikira cowok, pasti dikira ibu-ibu. Hmm pasti karena pembawaan saya yang anggun ini (nggak ding, pasti karena saya mukatua)


9. Gampang tersinggung, tapi ya nggak lantas menyerang balik.


10. (Ternyata) punya alergi...


11. ...yang pelampiasannya (?) adalah  j e r a w a t . Makanya saya rentan jerawatan dan lama sembuhnya Karena itu bukan jerawat biasa. Gaul kan.


12. Suka nyanyi-nyanyi walau suaraku yabegitulah.


13. Suka masak-masak (lebih tepatnya bantuin ibuk masak).


14. Dan makan. Apalagi makan. Ya.


15. Ultimate procrastinator.


16. Ekspresif (jika dan hanya jika ada di sekitar orang yang saya anggap kenal baik)


17. Aku suka banyak hal tapi kok nanggung (?)


18. Oh betapa aku ingin mencoba hidroponik.


19. Nggak cocok punya rambut panjang.


20. Hidup ini indah.

Friday, September 19, 2014

SARI-fucking-AWAN

Cons :
  • Sakit
  • Perih
  • Albothyl
  • Bibir kering - pecah-pecah
  • Albothyl
  • Nafsu makan turun
  • Gak bisa senyum
  • Apalagi ketawa
  • Have I mentioned Albothyl?

Pros :

"Pros"? Apa kamu sudah gila.

Sunday, September 14, 2014

Seperti Mendapatkan Pencerahan

HEI PANCAKE!

Akhirnya aku tahu bagaimana cara menaklukanmu.

Mulai sekarang, tidak ada lagi pancake gosong, berbentuk abstrak, produk gagal, makanan mutan, atau apalah itu seperti yang sudah-sudah.

Untuk itu, terberkatilah mereka yang menciptakan sandwich toaster. Special thanks untuk ibuk yang membolehkanku membawa produk keramat itu dari rumah menuju tanah rantau. Soalnya di rumah nggak ada yang pake, kan kasihan, dia juga butuh kasih sayang. Ok nak toaster come to mama :'

Browsing di internet, sebuah fakta tersingkap : kamu nggak cuma bisa bikin toast sandwich dengan alat itu. Pancake, waffle, cake, omelette, apa pun yang membutuhkan wajan anti lengket untuk memasaknya. Tentu saja syarat dan ketentuan berlaku.

Akhirnya pagi tadi kubulatkan tekad untuk mencobanya, dengan adonan pancake dan margarin rasa butter yang kemarin baru kubeli di supermarket.

They said you can make something w/ this.

They were damn right

Diluar dugaan, hasilnya bagus juga. Fluffy walaupun tipis, manisnya pas, aroma butter.... Boleh banget lah. Dan yang penting, bisa dimakan.

Nggak kapok pokoknya. Besok-besok nyoba bikin yang lebih banyak.

Yey, akhirnya aku terbebas dari kutukan dewa pancake. Please congratulate me.

Wednesday, June 4, 2014

Owl City - Meteor Shower

I can finally see
That You're right there beside me

I am not my own
For I have been made new
Please don't let me go
I desperately need You

I am not my own
For I have been made new
Please don't let me go
I desperately need You

(source : http://lyrics.wikia.com/Owl_City:Meteor_Shower )

===

Argh lagu ini ya... Pertama kali nyampe di kuping, otakku langsung menangkap kesan adem dan... Apa ya? Kesan "meteor shower"-nya itu dapet banget, menurutku.

Kemudian aku mulai cari-cari liriknya. Sekilas nggak ada yang aneh, setelah kemudian aku sadar si Adam Young, sang penulis lagu dan Owl City himself,  mengkapitalisasikan huruf "Y" pada kata "You".

Ada yang menginterpretasikan kalo Adam menulis sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan(nya) dalam lagu ini, soalnya memang ada hubungannya dengan salah satu kutipan dari ayat di Alkitab. Tapi, tentu saja, kalo ada orang lain yang punya interpretasi lain, ya jadi beda ceritanya, dan itu nggak jadi soal.

Lepas dari itu, begitu aku tahu adanya interpretasi itu, entah kenapa tiap denger lagu ini (dengan catatan, mendengarkannya harus khusyuk, nggak boleh nyambi-nyambi), aku langsung merinding, pernah sampe nangis juga. Lapo seh. Alay yo. Tapi serius, serius. Terpengaruh interpretasi itu, aku langsung inget sama Tuhan-ku sendiri. Aku mbayangin diriku berada di suatu bukit dengan langit malam pekat, dengan jelas aku melihat ratusan bintang jatuh dan diingatkan tentang kuasa Tuhan. Yek oposeh dit ualay.

Maksudku, aneh aja. Sudah sering aku dengarkan sekian banyak pidato mengenai Tuhan yang datang dari para ahli agama, atau dari lagu-lagu reliji yang secara eksplisit berisi nasihat keagamaan, kok malah lagu ini yang ampuh buat mengingatkanku akan Tuhan-ku.


"Please don't let me go
 I desperately need You"

No, I'm Not Faking It

Bayangkan dirimu berada pada satu situasi dimana kamu merasa kebelet pipis dan ee sekaligus.
Lalu, kamu jongkok di atas kloset.
Tidak ada yang keluar. Dibelain sampe ngeden-ngeden pun, nihil.
Tapi rasa kebelet itu masih ada. Ditambah kembung. Sakit punggung bagian bawah juga. Pegal-pegal.

Setidaknya begitulah gambaran tentang apa yang terjadi padaku sewaktu kena "menstrual cramp", dan pada masa-masa itulah aku bakal beraroma koyo / balsem / krim otot selama beberapa hari pertama datang bulan.

Thursday, May 29, 2014

But You Can't Hide

"Ah masak kamu nggak punya moodbooster sih dit? Terus kalo hilang semangat nugas, kamu ngapain?"

Ini bukan masalah punya atau nggak. Kamu tahu moodboosterku apa?



Kaburdaritugas.



Bercanda, bercanda. Karena aku tahu, sejauh apa pun aku kabur, tetap saja aku tak bisa sembunyi. Pada akhirnya tetap saja bakal kukerjakan semuanya, walau sambil meratap-ratap.

Tuesday, May 20, 2014

Lilin dan Cermin


"Kalau kamu tidak bisa jadi lilin yang memancarkan cahayanya sendiri, setidaknya jadilah cermin yang dapat memantulkan cahaya lilin itu"

Monday, May 12, 2014

Ini Namanya Scumbag Bukan?

Pernah merasa begini nggak? Seperti.... Kamu sudah menyiapkan hati, pikiran, dan perasaanmu untuk menghadapi suatu hal atau kejadian yang nggak mengenakkan. Pokoknya semacam, yah, "apapun yang terjadi, terjadilah, aku sudah siap, aku siap, pokoknya siap lah".

Tapi pas kejadian itu akhirnya terjadi, kamu malah merasa, "YAAAAAA TAPI JANGAN SAMPE KEJADIAN JUGA KALIIIIIII".

Sunday, February 23, 2014

Thought on Judging

"Dont' judge me unless you're perfect"

"Apaan sih nge-judge aku seenaknya gitu? Kayak dia yang paling bener aja,"

Iya, dulu aku sempat berpikir kayak begitu juga. Tapi, semakin ke sini, aku pikir-pikir, orang-orang toh bakal selalu punya suatu prasangka terhadapmu. SELALU. Nggak bisa nggak. Mau nggak mau. Suka nggak suka. Memang, agak risih juga kalo orang lain bersikap seperti itu ke kita. Tapi, semuanya balik ke diri sendiri, gimana cara menanganinya.

Oke. Orang punya prasangka terhadapmu. Apa itu sangat-sangat mengganggumu?

- Kalau iya

Well you just prove them wrong! Buktikan kalau diri kalian nggak sejelek yang orang-orang katakan. Yah, memang butuh effort, karena ini berarti kamu harus mengubah beberapa aspek yang ada dalam dirimu, menyembunyikan sifat dasarmu, harus mengikuti tuntutan lingkungan sosial, dan lain-lain. Pokoknya, poles dan rombak total dirimu, sampai ke tingkatan yang perfect, tanpa cela.

Tapi, ada beberapa hal yang harus kamu inget, nggak ada orang yang sempurna. Nggak sempurna itu manusiawi. Dan kamu juga belum tentu bisa menyenangkan hati semua orang. Di mata si A mungkin kamu itu baik banget, tapi si B berpendapat kamu itu jutek dan gak berperasaan. Belum lagi dengan kenyataan bahwa ada beberapa orang yang keras dengan pendiriannya tentangmu. Kamu mau berubah 180 derajat sampe-sampe temenmu gak ada yang mengenalmu, masih ada orang lain yang sekali menganggapmu begini-begitu, sampai mati ya itulah anggapannya tentangmu. Kalo sudah begitu sih, kusarankan kamu cuek saja sama orang yang macam demikian. Masih banyak orang lain yang bisa menerima perubahanmu, bahkan mengubah pandangan mereka terhadapmu.

- Kalau tidak

Just keep walking ahead, then. Toh prasangka mereka juga nggak selalu bener, toh? Kamulah yang paling tahu tentang keadaan dirimu sendiri , jadi, ya selama mereka nggak menyakitimu, ya sudah, abaikan saja. Fokuslah sama apa yang kamu anggap penting, habiskan waktumu dengan orang-orang yang sayang padamu.

Tapi kalau prasangka mereka benar? Tergantung, kamu masih betah nggak di-judge begitu sama orang lain? Kalo masih ya lewatin aja. Kalo udah nggak betah, ya coba berubah.

Hm yah, sebenernya sih, ada baiknya juga direnungkan, mungkin dari kamunya memang ada trait yang sudah bener-bener menyimpang, bahkan sampai mengganggu dan merugikan orang sekitarmum, tapi kamu nggak nyadar. Pokoknya, dipikir lagi lah---terlalu cuek sama sekitar juga nggak bagus lho.

Intinya, kamu lakukan saja apa yang membuatmu nyaman, asal nggak bertentangan dengan aturan-aturan yang berlaku dan nggak merugikan orang lain.