Tuesday, August 30, 2016

We tend to be more "vulnerable" towards people who we consider really, really close, because we trust them enough to show our most emotional side---whether it's good or bad.

Just..... Don't push them too far. People have tolerance level for that. If the situation becomes unbearable, they will leave you.

So, be more appreciative to them, express your gratitude, and be compromised. Although sometimes they don't come with our expectation (maybe because they have no idea how "special" they are to us or maybe they just don't know what to do). Just tell them what you want and how you feel.... If they really care about you, they will listen and try to understand.

Saturday, August 27, 2016

Jadi, ada satu adegan dari novel "Perahu Kertas" yang cukup mengganggu pikiranku.

Yaitu saat Kugy merasa sangat dikecewakan atas sikap Keenan yang dia anggap sebagai "inspirasi" dan "panutan"-nya, lalu Keenan menghardik bahwa dia sendiri "tidak pernah minta untuk dijadikan inspirasi ataupun panutan" bagi siapapun.....  Kayak.... 

Jadi......... Kugy merasa sedih bukan karena dia benar-benar peduli pada Keenan, tapi lebih karena kekecewaan setelah dihadapkan pada realita bahwa orang yang dia jadikan panutan ternyata dapat juga menjadi "rapuh".

Tuesday, August 2, 2016

Kadang kita terlalu memuliakan dan mengagungkan sosok seorang Ibu.

Sehingga kita terlalu menuntut beliau untuk bersikap layaknya seorang Ibu : selalu sabar, selalu jadi penyayang, selalu mengalah, selalu memiliki hati yang lembut, selalu menomorsatukan keluarganya, selalu selalu selalu
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
tanpa mau tahu dan mengerti bahwa Ibu juga memiliki hak individual-nya sebagai manusia.