Salam dariku yang baru pulang dari Solo demi menghadiri acara resepsi nikahan kakak sepupu. Huahuahua. Rasanya ini yang kedua kali aku mengalami langsung yang namanya "menginap di rumah saudara yang lagi punya hajatan". Dulu-dulu sekali aku juga pernah mengalami yang semacam ini, tapi karena aku masih kecil, maka secuil kenangan yang tertinggal di otak hanyalah bikin kue bolu ndeso, panen buah kelapa, menangkap kunang-kunang, numpang eek di kebon singkong, dan kepeleset di sungai berlumpur. Karena waktu itu lokasinya ada di pelosok desa kota Klaten sono, jadi ya begitulah.
Nah yang kemarin ini sepupuku yang di Solo---lebih tepatnya keponakan dari bapakku. Aslinya sih resepsi utama + sakramen pernikahan mereka sudah diadakan sebelumnya di Jogja, di tempatnya mbak ipar. Tapi waktu itu aku batal ikut karena urusan tetek bengek UAS dan pameran brandingkeparatyangaslinyakalogakdiundurpastiakubisamenghadiriresepsinyahuhuh. Makanya pas resepsi kedua ini diadakan, baguslah, setidaknya aku bisa setor muka kali ini.
Jadi, resepsinya hari Minggu tanggal 30 Juni kemarin. Aku sekeluarga capcus dari rumah hari Sabtu puagi, jam 5 kita udah di jalan, buat menghindari macet, karena lewat Semarang, dan Semarang di pagi hari itu sangat rempong cyin. Kendaraan tumplek blek semua di jalan, soalnya hari itu itungannya masih hari kerja dan sekolah kan ya.
Tambah siang, mulai ada tamu nyerbu. Saudara jauh dari Bali, Semarang, Kediri.... Dan lainnya entah darimana. Baiklah kami mulai sibuk menata makanan buat menjamu tamu-tamu tersebut. Aku tentu saja ikutan mbantu-mbantu, kan aku udah gede.
Untuk makan siangnya, kami bikin sendiri heheheh. Yang masak sejak pagi-pagi rupanya. Aku dan ibuku yang baru datang cuma kebagian masak mie gorengnya.
Ice ice baby.
Huwahuwahuwahuwahuwa
Ini mi goreng bikinan ibuku dan aku (yang berperan dalam mengulek bumbu dan memotong sawinya)
Acar.
Supnya enak, aku nambah sampai 7 kali. Serius.
INI JAWARA aku gatau apa namanya, semacam daging suwir, pokoknya uwenak.
Ayamnya juga lezis, bumbunya mantep, dianjurkan untuk dimakan pas anget karena masih krenyes-krenyes.
Sambel goreng krecek. Enak sih, tapi aku bukan penggemar beratnya.
Ada es pisang + kolang-kaling juga. Sirupnya bikin sendiri, makanya dibikin ga terlalu manis, pas banget. Racikan budhe yang seorang guru tata boga huehuehue, makanya semua makanan dibuat sendiri, 100% homemade pokoknye.
Daaaaan sampai malam pun tamu terus berdatangan. Termasuk dari keluarganya mbak ipar.
AAAAAAAAAAAHAHAHAHAHAHAHA
Ayam betutu, enak sekali, apalagi gratisan, dikasih saudara Bali. Plus plus.
Mie gorengnya..... Ini beli ding, di warung yang namanya Warung Kita. Warungnya itu udah langganan keluarga, saking langganannya sampe-sampe yang dipesen mesti mie goreng sama capcay-nya terus.
Ini capcay juga beli, ya di warung langganan tadi itu.
Telur masak kecap. Kalo ini bikin sendiri.
Luwas.
Lampunya....... Menyala. Iyalah plis.
Resepsinya sih pagi-siang begitu, jadi tanpa lampu. Gak sebagus pas malem sih.
Oke berikut cuplikan momen "Jika Aku Menjadi..." episode "Mbak-mbak Penerima Tamu di Resepsi Nikahan Sepupu".
Acara kunjung-kunjung ini berlangsung sampe malam. Sekitar jam setengah dua malem kami baru mulai bertiduran (?). Padahal besoknya mesti bangun jam 5 pagi lho hem hem hem.
Yosh, jam setengah enam pagi tukang riasnya datang. Oya sudahkah kuberitahu bahwa aku dan beberapa sepupuku perempuan didaulat menjadi penjaga buku tamu dan kado? Nah sekarang kalian tahu. Jadi, kloter pertama yang dirias adalah kami para penjaga kedamaian dunia eh maksudnya penjaga buku tamu.
Habis dandan-dandan dan pakai kebaya dsb dsb, kami disuruh duluan ke gedung. Oya malam sebelumnya sempet liat-liat gedungnya juga. Kalo malem bagush~
Lampunya....... Menyala. Iyalah plis.
Walkin down the aisle like yeah.
Resepsinya sih pagi-siang begitu, jadi tanpa lampu. Gak sebagus pas malem sih.
Oke berikut cuplikan momen "Jika Aku Menjadi..." episode "Mbak-mbak Penerima Tamu di Resepsi Nikahan Sepupu".
Ini siapa ya kok saya gak kenal.
Sepupu-sepupu lain yang senasib.
Sudut pandang dari meja terima tamu.
Dan akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu : makan.
Snack. Fruit tart dan semacam pastry isi daging ayam.
Sup galantin.
Nasi + telur dadar, sapo tofu, galantin kuah, sambel goreng, ayam jahe (gatau namanya apa pokoknya ada rasa jahenya), acar dan kerupuk udang.
Es leci dan puding. Manis sekali dan malah bikin tambah haus. Sudah begitu, minumnya teh manis lagi. Air putih juga cuma ada segelas di masing-masing meja tamu. Hawuh.
Habis makan-makan, tamu-tamu pada pulang. Terus ada foto-foto bareng mempelai dan keluarga.
Oke kupikir semua selesai sampai di sini. Sampe rumah bisa istirahat. Tidurrrrr.
Namun ternyata aku salah.
Karena sesampainya di rumah, kami disambut dengan
INI.
Errr baiklah, aku tarik kesimpulan, ini pasti kelebihannya makanan di resepsi, kiriman dari katering.
Kupikir cuma pastry daging dan tart yang nyisa, sampai aku jalan ke dapur.
...................Uh, oke??????
KUAH SOP SEPANCI GUEDE KAMU BISA MEMANDIKAN ANAKMU DI DALAMNYA
Nasi yang udah dibentuk ini banyaknya satu jar penuh. Aslinya masih ada 3 jar lagi lho huahuahua.
Aku gak pernah melihat sapo tahu sebanyak itu.
Kalo semur dagingnya nyisa segini, kenapa tadi pas di resepsi cuma dikasih 3 biji ya.
Galantinnya, masih ada 4 bungkus lagi itu.
Telur dadarnya juga masih ada 2 bungkus lagi.
Ini yang tadi kubilang ayam jahe. Masih ada dua bungkus lagi.
Sapo tahu yang tadi dan, sebelah kirinya, adalah isian buat sup galantin.
Begitulah.
Reaksi setelahnnya sudah bisa ditebak : CEPAT HABISKAN MAKANAN INI SEBELUM BASI, ENTAH BAGAIMANA CARANYA. Maka kami sibuk menata-natanya di piring dan rantang buat dibagi-bagi. Dapur menjadi sangat chaos (halah). Setelah dibagi-bagikan ke tetangga (bahkan dibela-belain sampe perbatasan kampung), disajikan ke tamu-tamu yang bertandang ke rumah, dan disodorkan ke saudara-saudara untuk dibawa pulang, ternyata masih nyisa banyak juga hueheh. Keluargaku juga disuruh bawa ("yang banyak lho dek" kata budhe ke ibuku), walhasil selama 4 hari kami makan dari makanan katering itu.
Belakangan diketahui bahwa budheku memesan untuk 1000 porsi, sedangkan tamu yang datang jumlahnya nggak sampe 400. Walah.
Yah setidaknya ini memberiku pelajaran kalau kau mengadakan resepsi, jangan harap bisa santai-santai setelahnya. Haha.
Yoooo,
Ultmtprcrstntr.
Yoooo,
Ultmtprcrstntr.











