Sunday, December 20, 2015

Meskipun rejeki datangnya dari Allah, Allah tidak semata-mata memberimu karunia begitu saja tanpa alasan.

Apa yang kau punyai, apa yang hilang darimu, adalah bentuk konsekuensi dari semua yang telah kau perbuat selama ini. Kurasa dari situlah Allah menilai, kemudian memberi sepantasnya.

Entah itu adalah hal yang baik atau buruk, entah kau merasa itu kurang atau justru lebih, selalu syukuri karena pada setiap anugerah-Nya pasti mengandung hikmah.

Friday, March 27, 2015

DSLR, Please Go Easy On Me

Jepret-menjepret, sebenarnya itu sudah jadi hobi kasual saya sejak SMA. Dari awal yang hanya bermodalkan kamera HP, sampai akhirnya dibelikan kamera poket betulan---mungkin bapak sudah lelah karena HP-nya saya pinjam melulu.

Sempat kepo tipis-tipis soal dunia fotografi, dari situlah saya kenalan sama kamera DSLR. Kebetulan waktu itu ada mas sepupu yang baru beli DSLR, pas lihat hasil jepretannya, waw, beda sekali dibandingkan dengan kamera poket (yaaaa menurut ngana).Tapi hal itu nggak lantas bikin saya bener-bener tertarik sampai ngebet kudu beli... Karena dari segi spesifikasi (dan harga), saya nggak butuh-butuh amat---toh saya juga nggak mementingkan teknik sewaktu motret soalnya nanti bisa saya edit pake PS Lightroom atau Photoscape heuheheuehuehe. 

Baru pada kuliah semester 8 ini saya harus belajar kamera DSLR. Apalagi kalau bukan demi matakuliah fotografi. Setidaknya saya sudah sedikit ngerti teknik-teknik dasarnya, jadi tinggal latihan aja---walaupun hasil jepretannya ya masih super labil, kadang sesuai ekspektasi, tapi lebih banyak yang di luar kehendak. Yang under atau over exposure, yang gambarnya kurang sharp, ujug-ujug ngeblur... Segala macam wes embuh. Saya sampe bingung settingan mana yang musti diotak-atik. Tricky pokoknya si DSLR ini. Belum lagi beratnya. Saya pake Canon 60D, dan setelah seharian menenteng itu kamera, saat ini di bahu kanan saya ada dua lembar koyo hot yang menempel dengan indahnya. 

But seriously, DSLR ini kalau sudah dijinakkan, pasti uwenak pol buat motret. Saat hasil foto (akhirnya) bisa sesuai dengan keinginan, wuuuuu langsung girang deh saya. Dan karena DSLR settingannya kompleks, bisa diutak-atik untuk mendapatkan hasil jepretan yang so artsy.

(Rana-nya jelek btw :')
Yang begini ini mana bisa kalo pake kamera poket? Tak sanggup.

Apalagi yang begini. Dat DoF tho.

Uh, nantilah saya coba lagi biar bisa dapetin efek
bokehnya yang lebih jelas.

Kan, kan. Sudah kubilang DSLR ini memang anugrah dari langit kok.

Meskipun demikian, rasanya untuk sementara ini saya setia dulu deh sama kamera poket---ya mungkin sambil nyoba DSLR lagi dikit-dikit. Sebenernya yang bikin saya males sama DSLR : beratnya itu lho. Kalau saja DSLR ga bikin koyoan, tiap hari pasti betah nentengin itu seharian. Mungkin karena saya pake Canon 60D yang notabene segede gaban kali ya. 

Friday, February 13, 2015

Serial Tenis Alay yang Itu Tuh

Meskipun demikian, saya masih betah-betah saja menjadi bagian dari fandomnya. Nggak tau ini Konomi-sensei pake pelet macam apa...

The character I first fell in love with
Tezuka. Pertama kali lihat di komik volume 29, pas muncul di ambang pintu dengan nggantengnya. Siapa coba yang nggak kepincut?

The character I never expected to love as much as I do now
.........Uh, Sanada. Sumpah ya, padahal dulu saya benci Sanada dkk karena mereka kejam. Ini gara-gara mbaca walkthrough game Gakuensai no Oujisama yang rute Sanada, dimana saya menemukan sisi lain dari Sanada : canggung-kagok-awkward dan lugu karena nggak nyadar (lebih tepatnya sih mencoba menyangkal) kalo dia suka sama cewek heroine-nya. Rada-rada tsundere begitu. Nggemesin abis kan. Masnya yang jadi Sanada di Tenimyu season 2 juga nggemesin.

The character everyone else loves that I don’t
Ryoma? Eh entah ya, setahuku yang nggak suka Ryoma juga nggak sedikit sih.

The character I love that everyone else hates
Sanada itu termasuk bukan?

The character I used to love but don’t any longer
Yukimura. Ah, Yukimura. Dia memang manis, unyu dan satu-satunya bishounen yang menarik perhatianku, tapi sekarang aku lebih fokus ke Sanada. Hiks. Maaf ya Mura-cwan :'(

The character I would totally smooch

Siapa lagi kalau bukan Karupin.

The character I’d want to be like
Uh, mungkin Marui ya, menurut saya dia anaknya easy going begitu deh, terus kayaknya enak buat tempat curhat, jago masak pula.

The character I’d slap
Atobe. Ayolah, kita semua sudah sepakat.

A pairing that I love
Troika. Saya nggak peduli sekalipun itu bukan pairing. SanaYanaYuki itu paket komplit dan tidak dijual terpisah.

A pairing that I don’t
Kite-Marui. Sama sekali tidak memikirkan perasaan Jackal :'

Sunday, January 18, 2015

Last Stage Musikal Tenis Alay Season 2

(Karena satu dan lain hal, aku hanya bisa menonton ini via tablet dan skrinsyut dilakukan dengan kamera HP karena tabletnya nggak bisa nge-skrinsyut :' But anyways cukup puaslah bisa nonton performa terakhir mas Ogaken dkk di musikal ini. Otsukare ya mas, walau sekarang aku jadi sgsk kekurangan suplai dirimu hiks)

The Pros :

Episode final ini durasinya 3 jam-an lah, itu belum termasuk extra-nya lho.

Oh iya, warning : disini aku cuma nampilin skrinsyutnya mas favoritku karena ya sebenarnya aku ini punya kecenderungan character-bias sih jadi ya uhuhukhuek maafkeun saya yes.


Yang paling kusuka dari mas ini saat memerankan Sanada : tampang cemberutnya

Tuh kan mas ini emang unyu kok

....tapi kalo lagi nggak cemberut, kadang aku merasa tampang aslinya mas ini kok polos ya

Masnya teriak-teriak dan suara teriakannya itu hnnngh <3

Dem arms. DEM. ARMS.

.....

..........

..................

..............................

Nggak bisa biasa-biasa aja ya?

Itu temen kalian kakinya cedera, terus dilihatin aja begitu? Sanada kamu sungguh beruntung.

Masnya lucu ya.
Btw jangan terkecoh, itu yang dua dari kanan masih dedek-dedek, yang paling kanan aja baru 19 tahun.

Sumpah ya mas ini minta ditabok hm.


The Cons :

Nggak ada acara nangis-nangis dari cast-nya.

I mean, ini kan perform terakhir mereka, setelah ini mereka graduate kan. Aku sangat menantikan adegan mewek mereka (terutama dari masnya), tapi apa yang terjadi? Buah semangka berdaun sirih Bahkan adegan speech-nya nggak ditampilkan full, backstage-nya juga pelit durasi.... Pokoknya kurang mengesankan "last performance" begitu. Jadi ya, adegan mewek saat last perform itu hanya mitos, hanya mitos.

Dan sekarang setelah cast season 2 ini pada graduate, aku bakal merindukan mereka karena mereka ini cast favorit saya :' Terus aku jadi kurang bahan buat stalking masnya :' Cuma bisa melongo mbaca blognya

Terus tiba-tiba nanti cast season 3 lebih ngganteng terus masnya terlupakan

Terimakasih banyak ya mas dan dedek cast Tenimyu season 2 dan selamat menempuh hidup baru.



Bonus :

Huwee iya mas iya, saranghae mas, iya mas saya sarang kepadamu~

Friday, January 2, 2015

2014

Beberapa waktu lalu ngepoin website yang salah satu artikelnya ngasih alternatif untuk menyambut 2015. Alih-alih bikin resolusi, coba bikin daftar tentang hal-hal yang sudah kamu lakukan di tahun 2014. Bener juga, ternyata aku lebih cocok dengan konsep review daripada bikin resolusi. Ya sudah, aku coba bikin saja.

1. Bahwa Tenimyu (serial tenis alay versi musikal) Season 2 itu spesial pake telor, apalagi Rikkaimyu-nya. Lebih apalagi mas yang satu ini. Istimewa dengan kerupuk dan bawang goreng kriuk.

2. Dry The River, kenapa baru belakangan ini aku tahu lagu kalian. KALIAN KEMANA AJA? (lebih tepatnya, aku yang kemana aja).

2. Tekan CTRL + left mouse drag di Coreldraw berarti kamu bisa menggeser item atau membikin garis secara lurus kayak cuma pake shampo.

3. "It won't be easy, but it will worth it" menjadi quote andalan baru saya.

4. Tapi "YOLO" tetap #1 dihatiku.

5. Mulai jogging seminggu 2 kali, tapi karena tetek bengek UAS dan pameran, belakangan ini lalalayeyeye dulu.

6. Dulu aku nggak ngerti asyiknya nontonin gamers di yutub, tapi semua berubah sejak VanossGaming dkk datang mengacaukan hariku lewat gameplay GTA 5 mereka yang amburegul. Yasudah, Subscribe. Bonus : he's really really cute and kinda my type so yeah.

7. Seri terbaru komik tenis alay kesayanganku terbit di Indonesia. Heran juga masih ada yang mau baca komik macam itu pffft.

8. Ah yes, kuliah. Tahun ini, untuk semester ganjilnya aku cuma bisa ngambil 2 matkul. Aku nggak paham mesti sedih atau senang.

9. Lagi demen eksploring bentuk wajah, makanya kalo nggambar atau doodling mesti headshot. Gak main blas.

10. Online shopping, beli cardi, nggak ngecek ukuran, pas dicoba taunya ngepres. Ngehe.

11. Sudah nggak sedihan lagi, Kalopun sedih-sedih mesti sambil ngerjain progres kuliah, jadi sedih yang produktif.

12. Karena sudah beli akua galon alih-alih yang botol 1.5 liter, sekarang aku jadi lebih banyak minum air putih. Yee.

13. Berhasil menaklukkan adonan pancake via sandwich toaster. Tapi karena pake cetakan wafel ya jadinya wafel.

14. Nonton Sendratari Ramayana di Prambanan. Yang jadi Laksmana waktu itu cakep btw yiha.

15. Nyobain cemilan berupa set cake tradisional dari Jepang.

Uh.., Itu dulu mungkin. Nantilah bisa ku-update lagi.