Selalu merasa (sedikit) menyesal setelah mengeluarkan uneg-uneg dan emosi secara eksplisit. Itulah sebab aku lebih senang mengekspresikan diri dalam diam, berdialog sendiri dalam hati, melakukan hal-hal seperti corat-coret, bikin statement sticker atau photosticker. Running away from my emotion instead of facing it? Barangkali ya.
Ada yang bilang, orang-orang yang senang memendam perasaan itu, orang yang nggak bebas, seperti bukan menjadi dirinya sendiri.
Tapi gimana kalau sebenarnya memang itulah diri mereka? Karena, jika terlalu mengumbar perasaan, mereka malah merasa seperti orang lain?
No comments:
Post a Comment